Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

SWIPING VAKSIN MENYASAR TEMPAT WISATA.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memacu pelaksanaan vaksin kepada masyarakat. Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 DIY, capaian vaksinasi secara keseluruhan sudah mencapai 85,25 persen untuk dosis pertama. Sedangkan, capaian vaksinasi dosis kedua sudah di angka 54,86 persen. Guna mengoptimalkan capaian hasil maksimal, maka dilakukan dengan sistem jemput bola, agar masyarakat tertarik dan juga tidak terlalu jauh dari kediaman dengan model swiping. Seperti yang dilekukan Puskesmas Nglipar-2, mtlakukan swiping vaksin berturut-turut sebagai berikut : 1  Jumat, 19 Nopember 2021 lokasi Dusun Jeruklegi, Desa Katongan. 2. Sabtu, 20 Nopember 2021,lokasi Dusun Sriten Desa Pilangrejo. 3. Senin, 22 Nopember 2021 , di dusun Klayar, Desa Kedungpoh. 4. Kamis, 25 Nopember 2021, di Kedungpoh lor, Desa Kedungpoh. 5. Sabtu 27 Nopember 2021 di obyek wisata Punthuk Kepuh, Desa Katongan, Kec. Nglipar. 6. Senin, 20 Nopember 2021, Dusun Ngabdirejo Desa Na...

Arti Status Warna Kode QR PeduliLindungi

Wareg Waras Wasis ... Bagi Anda yang sudah punya Aplikasi Peduli Lindungi, coba perhatikan Status Warna Kode QR Peduli Lindungi anda.  Kemarin saya pergi ke Mall, ketika mau chek-in di pintu masuk, ternyata ada peringatan status peduli lindungi saya berwarna kuning, sehingga menyebabkan proses chek-in saya harus beberapa kali mengulang, tidak seperti hari-hari sebelumnya yang secara lancar, chek-in BERHASIL. Saya hanya menduga-duga apa kira-2 karena saya belum vaksin-2 ya, maklum saya vaksin-1 sudah sejak 5 Juli 2021.  Kemudian saya melakukan vaksin-2 pada hari ini 27 Nopember 2021 pagi sekira jam 09.00 WIB. Sore harinya saya buka peduli lindungi sudah berwarna HIJAU. Kamipun mencari tahu, apa makna status Warna tersebut, di aplikasi Peduli Lindungi, beginilah penjelasan yang kami terima : Kode QR PeduliLindungi terdiri dari 4 warna yang memiliki arti berbeda-beda. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing warna yang muncul saat Anda check-in ke tempat...

KEUANGAN THEKOR, SUNARYANTA HARUS KERJA KERAS

Postur RAPBD 2022 sebagaimana dokumen KUA PPAS 2022 adalah sbb : 1. Pendapatan Daerah Rp1.902.541.486.683,00 (satu trilyun sembilan ratus dua milyar lima ratus empat puluh satu juta empat ratus delapan puluh enam ribu enam ratus delapan puluh tiga rupiah) 2. Belanja daerah  Rp1.984.256.684.498 (satu trilyun sembilan ratus delapan puluh empat milyar dua ratus lima puluh enam juta enam ratus delapan puluh empat ribu empat ratus sembilan puluh delapan rupiah).  3. D efisit  anggaran sebesar Rp 81.715.197.815,00 (delapan puluh satu milyar tujuh ratus lima belas juta seratus sembilan puluh tujuh ribu delapan ratus lima belas rupiah) sebesar 4.3 % dari Pendapatan daerah. Pemerintah Daerah harus bekerja keras untuk menutup defisit yang cukup besar tersebut dengan melakukan berbagai langkah, diantaranya menggenjot potensi pendapatan dan melakukan efisirnsi belanja daerah yang tidak prioritas. Memaknai arti Defisit Defisit APBD merupakan selisih kurang antara Pen...

BANJIR & DROPING AIRPENGHIJAUAN SOLUSINYA

Kabupaten Gunungkidul  Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Iuas wilayah  1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, terbagi menjadi 18 Kecamatan dan 144 desa. Wilayah Kabupaten Gunungkidul termasuk daerah beriklim muson tropis (Am), dengan topografi wilayah yang didominasi dengan daerah kawasan perbukitan karst. Mengalami 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.  Jika musim hujan, dampaknya banjir di mana-mana, jika musim kemarau terjadi kesulitan air bersih di mana-mana, dan itu sudah berlangsung puluhan tahun.  Pemimpin Gunungkidul ( Bupati ) telah berganti 28 kali tahun ini, namun masalah kekeringan belum tuntas, disusul persoalan banjir.  Program penghijauan sebagai solusi mengatasi banjir dan kesulitan air bersih, yang masif dilakukan semasa Bupati dijabat Ir Darmakum Darmo Kusumo bupati ke-20 ( 1974 sd 1984 ). Bupati Gunungkidul era 1974 – 1984 Darmakum Darmokusumo yang menyandang ...

BANJIR & DROPING AIRPENGHIJAUAN SOLUSINYA

Kabupaten Gunungkidul  Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Iuas wilayah  1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, terbagi menjadi 18 Kecamatan dan 144 desa. Wilayah Kabupaten Gunungkidul termasuk daerah beriklim muson tropis (Am), dengan topografi wilayah yang didominasi dengan daerah kawasan perbukitan karst. Mengalami 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.  Jika musim hujan, dampaknya banjir di mana-mana, jika musim kemarau terjadi kesulitan air bersih di mana-mana, dan itu sudah berlangsung puluhan tahun.  Pemimpin Gunungkidul ( Bupati ) telah berganti 28 kali tahun ini, namun masalah kekeringan belum tuntas, disusul persoalan banjir.  Program penghijauan sebagai solusi mengatasi banjir dan kesulitan air bersih, yang masif dilakukan semasa Bupati dijabat Ir Darmakum Darmo Kusumo bupati ke-20 ( 1974 sd 1984 ). Bupati Gunungkidul era 1974 – 1984 Darmakum Darmokusumo yang menyandang ...

DEFISIT APBD GUNUNGKIDUL TAHUN ANGGARAN 2022 MENCAPAI 4.3 PERSEN.

Dokumen KUA PPAS Tahun Anggaran 2022 Kabupaten Gunungkidul ditandatangani tanggal 9 Agustus 2021.  Dalam dokumen tersebut terdapat Saldo Defisit sebesar Rp 81.715.197.815,00 (delapan puluh satu milyar tujuh ratus lima belas juta seratus sembilan puluh tujuh ribu delapan ratus lima belas rupiah) itu artinya mencapai 4.3 % dari Pendapatan daerah. Sesuai   Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 117/PMK.07/2021   besaran maksimal defisit APBD Tahun Anggaran 2022 sebagai berikut: • Daerah dengan kapasitas fiskal sangat tinggi memiliki batas maksimal defisit APBD 5,3% dari perkiraan pendapatan daerah tahun 2022. • Daerah dengan kapasitas fiskal tinggi memiliki batas maksimal defisit APBD 5% dari perkiraan pendapatan daerahn tahun 2022. • Daerah dengan kapasitas fiskal sedang memiliki batas maksimal defisit APBD 4,7% dari perkiraan pendapatan daerahn tahun 2022 • Daerah dengan kapasitas fiskal rendah memiliki batas maksimal defisit APBD 4,4% dari perkira...

CELAH BUDAYA

Bagaimana jika miliaran rupiah itu selain untuk kegiatan pentas/promosi/pameran dll, jug  bisa membekas, dan punya efek kesejahteraan pelaku budaya. Misal   para pelaku budaya itu juga digerakkan menjadi pelaku industri budaya dengan permodalan yang cukup, contoh lahirnya centra pengrajin gamelan, sentra pengrajin wayang, sentra pengrajin asesoris / pakaian / alat make-up, sentra produk2 lain yang mendukung budaya. Bantuanya yang cukup, jangan cuma kecil2, sehingga yang dibantu bisa sampai berproduksi dan hasil produksinya bisa terserap dalam upaya pelestarian budaya.  Misalkan di Gunungkidul ada centra pengrajin kebutuhab reyog/jathilan lengkap. Sehingga tak perlu belanja ke Ponorogo misalnya.  Jika dalam satu tahun bisa alokasikan 10 sentra dengan @ 1 miliar, kan cuma butuh 10 miliar per tahun, selama 5 tahun sudah ada 25 sentra kerajinan yang mendukung budaya. Tenaga kerja bisa banyak terserap.  Salam budaya.

DEFISIT APBD GUNUNGKIDUL TAHUN ANGGARAN 2022 MENCAPAI 4.3 PERSEN.

Dokumen KUA PPAS Tahun Anggaran 2022 Kabupaten Gunungkidul ditandatangani tanggal 9 Agustus 2021.  Dalam dokumen tersebut terdapat Saldo Defisit sebesar Rp 81.715.197.815,00 (delapan puluh satu milyar tujuh ratus lima belas juta seratus sembilan puluh tujuh ribu delapan ratus lima belas rupiah) itu artinya mencapai 4.3 % dari Pendapatan daerah. Sesuai   Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 117/PMK.07/2021   besaran maksimal defisit APBD Tahun Anggaran 2022 sebagai berikut: • Daerah dengan kapasitas fiskal sangat tinggi memiliki batas maksimal defisit APBD 5,3% dari perkiraan pendapatan daerah tahun 2022. • Daerah dengan kapasitas fiskal tinggi memiliki batas maksimal defisit APBD 5% dari perkiraan pendapatan daerahn tahun 2022. • Daerah dengan kapasitas fiskal sedang memiliki batas maksimal defisit APBD 4,7% dari perkiraan pendapatan daerahn tahun 2022 • Daerah dengan kapasitas fiskal rendah memiliki batas maksimal defisit APBD 4,4% dari perkira...

RUMPUT PAKCHONG ANDALAN PETERNAK

RUMPUT PAKCHONG COCOK DI GUNUNGKIDUL. Sebutan Gunungkidul sebagai gudang ternak sapi berkualitas harus tetap dipertahankan dan ditumbuhkembangkan. Untuk itu kami berharap ada keberpihakan pemerintah daerah dalam kebutuhan pakan bagi peternak, karena pakan itu bagi ternak ruminansia  memiliki persentase tertinggi dalam biaya produksi yaitu sekitar 70%.  Salah satu jenis rumput yang bisa tumbuh subur di Gunungkidul adalah jenis napire pakchong. Rumput ini lagi nge-trend dikalangan peternak dengan segala keunggulannya, salah satunya adalah sangat disukai oleh sapi dan kambing karena pada bagian batang dan daunya tidak memiliki bulu-bulu halus.       Menurut beberapa literasi keunggulan Rumput Pakchong sebagai berikut: 1. Kandungan nutrisi Pakchong memiliki kandungan protein sebanyak 16,45 persen. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput taiwan dan odot. Intinya, pakchong memiliki kandungan protein yang lebih banyak daripada rumput g...