Oleh : Slamet, SPd MM, Dewan Penasehat Partai Gerindra Gunungkidul
Moment mudik sudah terasa denyutya di Gunungkidul memasuki H-6 dari Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Mulai berseliweran mobil-2 bagus berplat luar daerah. Mulai ramai status-2 medsosnya yang mengabarkan tentang macet diperjalanan.
Pusat-pusat perbelanjaan, pasar-pasar mulai ramai pengunjung karena selain mendapatkan datangnya keluarga dari rantau, juga baru saja pemerintah dari pusat sampai pemerintah desa mengucurkan bansos kepada sebagian warga masyarakat.
Kegembiraan lahiriah dirasakan oleh seluruh umat apapun agamanya, karena mudik hari raya ini bukan saja dinikmati umat islam namun oleh semua warga, karena di moment ini sebagai moment silaturahmi akbar untuk saling maaf memaafkan.
Bagi yang beragama Islam jelas lah merasakan kegembiraan lahir batin, karena pada hari Idul Fitri seseorang yang beriman merasakan dalam dirinya dua macam kegembiraan, yaitu kegembiraan yang timbul karena menunaikan kewajiban dan kegembiraan mengenai pahala yang diperoleh berkat ibadah puasa ramadhan yang telah dilaksanakan selama satu bulan.
Oleh karena itu perayaan Idul Fitri hakekatnya adalah momentum kembali ke jalan yang suci, menatap hari esok dengan berpikir suci, bertindak suci dan mempunyai tujuan yang lurus.
Untuk mempertahankan kondisi fitrah maka awal Syawwal nanti merupakan titik tolak untuk hari-hari mendatang. Di satu sisi hasil gemblengan Ramadhan dapat dipertahankan,
Saudaraku dari rantau, juga diharapkan membawa semangat spirit untuk membangun Gunungkidul,
( bersambung )
Komentar
Posting Komentar