" Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak.” (QS al-An’am [6]: 99
Zaman terus berputar, begitupun ragam mata pencaharian manusia dalam rangka eksistensi dirinya, dari bercocok tanam ( pertanian ) industri maupun perdangan dengan berbagai jenis dan ragamnya.
Begitupun saya menjalani hidup ini, ragam pekerjaan telah aku lakukan, dari mengajar, kerja di pemerintahan, bisnis ( berdagang ) dan sekarang menekuni pertanian.
Mengapa saya memilih pertanian ?
Mengolah tanah, memupuknya menjadi gembur menanaminya dengan ragam tumbuhan, merawatnya dan menikmati proses hasilnya ini sesuatu yang sangat menentramkan hati, menggembirakan dan menyehatkan.
Mengutip perkataan Imam al-Mawardi, bercocok tanam adalah profesi paling terhormat. Ini lantaran pekerjaan tersebut menuntut dedikasi yang tinggi dan sikap tawakal penuh terhadap Allah SWT.
Al-Mawardi pun menukilkan sebuah hadis tentang keutamaan bertawakal. “Orang yang bertawakal akan masuk surga tanpa hisab,”sabda Rasulullah SAW dalam hadis itu.
Imam an-Nawawi menambahkan, pekerjaan bertani ini diposisikan terhormat karena memberikan manfaat yang sangat banyak bagi kelangsungan hidup manusia.
Bahkan, faedah bercocok tanam tidak hanya terbatas untuk manusia, tetapi juga berguna bagi makhluk hidup lainnya. Binatang-binatang yang hidup di bumi juga merasakan dampak dari bercocok tanam, seperti sapi, kerbau, kuda, ataupun burung.
( bersambung )
Komentar
Posting Komentar