Bila pemeliharaan ternak sapi dan kambing ditingkatkan dan pola pemikiran berubah, maka kegiatan memelihara ternak sapi dan kambing bukan hanya sebagai tabungan namun bisa memberikan keuntungan tambahan.
Agar ternak yang kita pelihara dapat memberikan keuntungan tentu saja didukung dengan manajemen kandang yang baik.
Menurut Hidayat dkk (2015) kaegori kandang yang baik dan produktif atau menghasilkan adalah :
• Produktivitas (pertambahan bobot badan, anakan, lepas sapih)
• Reproduksi (jarak kelahiran)
• Pakan (mutu, kuantitas, dan kontinuitas)
Kandang produktif tentu saja harus memenuhi persyaratan salah satunya manajemen kebersihan kandang.
Kandang yang bersih merupakan persyaratan penting untuk kesehatan dan produksi hewan ternak. Kategori kandang sehat menurut Hidayat dkk (2015) adalah memenuhi aspek-aspek yakni :
• Teknis Kandang (letak, ukuran, lantai, bentuk, sirkulasi udara, fasilitas kandang, bahan kandang, atap, dan dinding)
• Lingkungan kandang (drainase, instalasi limbah, tempat gembala, kebersihan, dan sumber air)
• Ternak (kebersihan kulit, mata, moncong, kuku, dll)
• Peternak dan keluarga (sehat dan riwayat kesehatan)
Kebersihan kandang dipengaruhi oleh teknis kandang seperti salah satunya kemiringan lantai yang diatur sehingga limbah ternak dapat dibersihkan lebih mudah. Selain itu frekuensi membersihkan kotoran jika memungkinkan dua kali sehari, atau pada sapi perah harus dibersihkan sesegera mungkin agar menjaga kualitas susu yang dihasilkan.
Jika kotoran tidak disingkirkan, maka kemungkinan besar dapat menempel pada ambing sehingga mempengaruhi kesehatan ambing dan kualitas susu akan menurun. Ambing dapat mengalami peradangan dan infeksi yang disebut mastitis. Kotoran mengandung berbagai macam mikroorganisme yang dapat menjadi
Kotoran yang tidak dibersihkan juga mengundang lalat yang merupakan suatu vektor penyakit. Jika tidak dibersihkan, kotoran akan menumpuk dan menimbulkan bau busuk sehingga banyak lalat berdatangan. Kandang yang berdekatan dengan rumah penduduk dapat menyebabkan penularan penyakit salah satunya diare. Selain itu ada pula jenis lalat parasit ternak seperti Stomoxys sp. yang menghisap darah ternak dan dapat menjadi agen penyebaran parasit darah ternak. Selain lalat, terdapat caplak, kutu dan nyamuk yang juga tertarik dengan kondisi kandang yang kotor. Vektor tersebut merupakan pembawa parasit darah pada ternak seperti Babesia sp., Theileria sp., Trypanosoma sp., Anaplasma sp., dll. Kerugian pada ternak berupa pertumbuhan yang terhambat, penurunan berat badan, penurunan daya kerja, penurunan daya reproduksi, penurunan reproduksi susu, dan aborsi.
Adapun cara menjaga kebersihan kandang sebagai berikut :
• Menjaga kebersihan lantai kandang dengan desinfektan
• Membersihkan kotoran secara teratur
• Membersihkan wadah pakan dan minum setiap hari
• Menjaga kebersihan hewan terutama untuk ternak perah
• Melakukan penyemprotan anti serangga jika diperlukan
Disalin dari Jurnal BPTP KALTIM
• Produktivitas (pertambahan bobot badan, anakan, lepas sapih)
• Reproduksi (jarak kelahiran)
• Pakan (mutu, kuantitas, dan kontinuitas)
Kandang produktif tentu saja harus memenuhi persyaratan salah satunya manajemen kebersihan kandang.
Kandang yang bersih merupakan persyaratan penting untuk kesehatan dan produksi hewan ternak. Kategori kandang sehat menurut Hidayat dkk (2015) adalah memenuhi aspek-aspek yakni :
• Teknis Kandang (letak, ukuran, lantai, bentuk, sirkulasi udara, fasilitas kandang, bahan kandang, atap, dan dinding)
• Lingkungan kandang (drainase, instalasi limbah, tempat gembala, kebersihan, dan sumber air)
• Ternak (kebersihan kulit, mata, moncong, kuku, dll)
• Peternak dan keluarga (sehat dan riwayat kesehatan)
Kebersihan kandang dipengaruhi oleh teknis kandang seperti salah satunya kemiringan lantai yang diatur sehingga limbah ternak dapat dibersihkan lebih mudah. Selain itu frekuensi membersihkan kotoran jika memungkinkan dua kali sehari, atau pada sapi perah harus dibersihkan sesegera mungkin agar menjaga kualitas susu yang dihasilkan.
Jika kotoran tidak disingkirkan, maka kemungkinan besar dapat menempel pada ambing sehingga mempengaruhi kesehatan ambing dan kualitas susu akan menurun. Ambing dapat mengalami peradangan dan infeksi yang disebut mastitis. Kotoran mengandung berbagai macam mikroorganisme yang dapat menjadi
Kotoran yang tidak dibersihkan juga mengundang lalat yang merupakan suatu vektor penyakit. Jika tidak dibersihkan, kotoran akan menumpuk dan menimbulkan bau busuk sehingga banyak lalat berdatangan. Kandang yang berdekatan dengan rumah penduduk dapat menyebabkan penularan penyakit salah satunya diare. Selain itu ada pula jenis lalat parasit ternak seperti Stomoxys sp. yang menghisap darah ternak dan dapat menjadi agen penyebaran parasit darah ternak. Selain lalat, terdapat caplak, kutu dan nyamuk yang juga tertarik dengan kondisi kandang yang kotor. Vektor tersebut merupakan pembawa parasit darah pada ternak seperti Babesia sp., Theileria sp., Trypanosoma sp., Anaplasma sp., dll. Kerugian pada ternak berupa pertumbuhan yang terhambat, penurunan berat badan, penurunan daya kerja, penurunan daya reproduksi, penurunan reproduksi susu, dan aborsi.
Adapun cara menjaga kebersihan kandang sebagai berikut :
• Menjaga kebersihan lantai kandang dengan desinfektan
• Membersihkan kotoran secara teratur
• Membersihkan wadah pakan dan minum setiap hari
• Menjaga kebersihan hewan terutama untuk ternak perah
• Melakukan penyemprotan anti serangga jika diperlukan
Disalin dari Jurnal BPTP KALTIM
Komentar
Posting Komentar