Semakin banyak sapi yang dipelihara maka kebutuhan pakan hijauan juga semakin banyak, maka tak jarang harus mendatangkan dari luar daerah, misal jerami, kolonjono dan tebon jagung.
Guna mencukupi kebutuhan pakan bagi sapi-sapi dan kambingnya kami merekomendasikan para petani bisa menanam jenis rumput pakchong, disamping jenis lain seperti kolonjono, odot, indigofera dan lainya.
Saat ini ada jenis rumput yang lagi netrend, yautu rumput pakchong dengan segala keunggulannya.
Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) adalah jenis rumput yang berasal dari Thailand sering disebut rumput Pakchong. Awalnya para peternak mengenal jenis rumput ini dari mulut ke mulut. Rumput Pakchong diteliti dan dikembangkan oleh Prof. Dr. Krailas Kiyothong selama 6 tahun dan penanamannya dilakukan di daerah Pak Chong, Thailand. Rumput Pakchong merupakan salah satu jenis rumput unggul. Rumput Pakchong merupakan hasil persilangan antara rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dengan Pearl millet (Pennisetum glaucum).
Ternyata rumput Pakchong dapat tumbuh dengan baik diberbagai lokasi, tetapi akan berkembang sangat baik pada tanah yang kaya akan bahan organik.
Sepintas tak ada beda antara rumput gajah ( kolonjono ) dengan rumput pakchong, perbedaan rumput Pakchong dan rumput Kolonjono terletak pada ukuran tinggi, tinggi rumput Pakchong bisa mencapai sekitar 5 m namun batangnya relatif tidak keras sehingga bisa dikonsumsi oleh ternak. selain itu rumput ini tidak berbunga, tidak berbulu (ngglugut), dan produktivitas sangat tinggi (genjah), kandungan gizi protein bisa sampai 17 persen uji laboratorium.
Itulah mengapa rumput Pakchong lebih disukai oleh hewan ternak seperti Sapi dan Kambing.
Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) adalah jenis rumput yang berasal dari Thailand sering disebut rumput Pakchong. Awalnya para peternak mengenal jenis rumput ini dari mulut ke mulut. Rumput Pakchong diteliti dan dikembangkan oleh Prof. Dr. Krailas Kiyothong selama 6 tahun dan penanamannya dilakukan di daerah Pak Chong, Thailand. Rumput Pakchong merupakan salah satu jenis rumput unggul. Rumput Pakchong merupakan hasil persilangan antara rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dengan Pearl millet (Pennisetum glaucum).
Ternyata rumput Pakchong dapat tumbuh dengan baik diberbagai lokasi, tetapi akan berkembang sangat baik pada tanah yang kaya akan bahan organik.
Sepintas tak ada beda antara rumput gajah ( kolonjono ) dengan rumput pakchong, perbedaan rumput Pakchong dan rumput Kolonjono terletak pada ukuran tinggi, tinggi rumput Pakchong bisa mencapai sekitar 5 m namun batangnya relatif tidak keras sehingga bisa dikonsumsi oleh ternak. selain itu rumput ini tidak berbunga, tidak berbulu (ngglugut), dan produktivitas sangat tinggi (genjah), kandungan gizi protein bisa sampai 17 persen uji laboratorium.
Itulah mengapa rumput Pakchong lebih disukai oleh hewan ternak seperti Sapi dan Kambing.
Komentar
Posting Komentar