Langsung ke konten utama

KEPADA ALLAH SEMUA AKAN KEMBALI


Kabar duka akhir2 ini menghiasi berandaku dari sahabat2  fb-ku. Ada yang kehilangan orangtua, anak, cucu, sahabat, dengan sebab yang beragam dan dalam usia yang beragam pula, ada yang sudah sepuh, remaja bahkan anak-anak. 

Hari ini kita dikejutkan juga dengan berita duka atas meninggalnya sahabat kita yang masih muda dan punya jabatan. Dia adalah Sdr. Joko Wardoyo ( 55 ) Sekertaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul dan Mas Wahyu Pradana  Adi Putra ( 31 ) Anggota DPRD DIY, Fraksi PDIP. 

Dari semua  peristiwa itu mengingatkan kita semua  bahwa di dunia fana ini segalanya akan kembali  kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa Pencipta dari tidak ada menjadi ada. Alam semesta beserta isi hakikatnya adalah milik Allah Subhanahu Wata’ala. Namun semua waktu dirahasiakan oleh-Nya kapan kita mendapatkan giliran. 

Segala kenikmatan yang disandang oleh manusia berupa jabatan ( tahta ), rizki/ berupa : rumah, perhiasan, anak, kendaraan, kesehatan, bahkan umur adalah titipan semata. 

Adakalanya Allah Subhanahu Wata’ala mengambilnya barang sementara atau bahkan selamanya. Itu semuanya menegaskan bahwa sebenarnya semua kita adalah sosok seorang musafir yang sedang berkelana menuju sebuah titik arah tujuan yang sama, yaitu  akhirat. 

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Al Fawaid berkata :
“Manusia sejak diciptakan senantiasa menjadi musafir, Batas akhir perhentian perjalanan mereka adalah surga atau neraka.” 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun sudah lebih dulu mengingatkan akan hakikat tinggal di dunia hanyalah sementara saja. Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda :
“Apa peduliku dengan dunia? Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.”(HR. Tirmidzi). 

Demikian juga perjalanan manusia, tidak ada dari kekayaan dunia dan kemegahannya yang akan kita bawa ketika kita mati. Yang kita bawa adalah amal kebaikan kita saja. Amal ini tidak terlihat, tidak ada bendanya di di dunia ini. 

Ketika sudah sampai waktunya kita mati dan  dibawa ke kubur tempat persemayaman terakhir, semua akan mengikuti yaitu keluarga, harta, dan amalnya. Dua akan kembali meninggalkan kita yaitu keluarga dan harta, sedangkan yang tetap setia tinggal menemani bersama kita hanyalah amal shalih semasa hidup di dunia. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta, dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Selagi masih ada kesempatan, marilah kita manfaatkan sisa hidup ini untuk selaku berbuat amal kebaikan yang bermanfaat. Sehingga ketika kita nanti menghadap-Nya sudah membawa bekal yang cukup. 

Jabatan dan harta tak perlu disombongkan apalagi diperoleh/ diperebutkan dengan cara-cara keji, nista dan saling menyakiti, semuanya tidak akan mberkahi. 

Trimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SITUS SOKILIMAN YANG PERLU ANDA TAHU.

Situs Sokoliman merupakan situs kepurbakalaan yang terletak di Dusun Sokoliman II, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, DI Yogyakarta, tidak jauh (sekitar 5 km) dari objek wisata Gua Pindul.  Situs ini berfungsi sama seperti situs Bleberan, di Kecamatan Playen, Gunungkidul, yaitu menampung dan mengamankan benda-benda cagar budaya, terutama yang bersifat megalitik, khususnya yang ditemukan di Desa Bejiharjo. Lokasinya berbatasan dengan lahan milik Perhutani yang ditanami kayu putih. Di situs berukuran luas 2000 meter persegi ini dikumpulkan ratusan menhir (termasuk menhir arca), batu-batu penyusun kubur batu, serta punden yang sebelumnya terserak di kebun-kebun penduduk atau di lahan milik Perhutani. Sampai tahun 2014 terdapat 137 menhir, lima kubur batu (tidak lengkap), dan tujuh papan kubur batu. Selain itu terdapat satu punden yang dipindahkan dari sumber air di dusun tersebut, yang tiap tahun didatangi penduduk dalam rangka "bersih desa...

MENGENAL JENIS PAKAN RUMINANSIA

Pakan ternak mempunyai kedudukan yang sangat penting, karena 70 % operasional usaha ternak didukung kebutuhan pakan. Penting bagi pemula peternak ruminansia ( sapi, kambing dll ) untuk mengenali jenis-jenis pakan, agar usaha peternakan kita tidak merugi. Dengan pengetahuan pakan yang tepat, maka peternak dapat fokus pada apa yang ingin ditingkatkan, ingin mempercepat pertumbuhan hewan ternak, penggemukan, atau memaksimalkan dan menjaga kualitas dari hasil hewan ternak tersebut. BAHAN PAKAN TERNAK Secara umum, bahan pakan ternak dibagi menjadi 5 jenis yaitu ; pakan kasar, pakan penguat/ konsentrat, mineral, vitamin, dan pakan tambahan. 1. Pakan Kasar Pakan kasar  adalah pakan yang bervolume besar tetapi berat dari setiap unit volume-nya rendah. Makanan yang termasuk pakan kasar dapat berasal dari hijauan, antara lain: • Rumput, bisa rumput lapangan, rumput tanaman, rumput grinting, rumput benggala, rumput kolonjono, rumput gajah, rumput pakchong ...

INI CIRI CIRI FISIK YANG HARUS DIPERHATIKAN JIKA SAPI MAU BERANAK.

Suatu kegembiraan bagi petani peternak sapi, klas rumahan seperti saya ketika melihat sapi piaraanya mulai menunjukkan kebuntingan, terlebih jika sudah mendekati hari-hari kelahiran anaknya.  Masa kehamilan seekor sapi adalah sekitar sembilan bulan, dimana pada masa ini kita dapat mendeteksi atau mendiagnosa apakah sapi kita dalam keadaan bunting atau tidak .  Jika kita  mencatat tanggal inseminasi pada sapi tersebut dan sapi tersebut telah sering beranak atau beranak sebelumnya, ada kemungkinan ia akan melahirkan lagi dalam waktu seperti hamil sebelumnya.  Selain itu, banyak petunjuk fisik yang dapat membantu kita mengetahui bahwa  sapi sudah dekat mau beranak. Sebagai panduan sederhana untuk mendeteksi kelahiran sapi semakin dekat, dapat melihat tanda-tanda seperti berikut :  1. Ambing akan mengembang  Ambing merupakan kelenjar yang berfungsi mengeluarkan susu untuk makanan anaknya setelah lahir. Ambing tumbuh selama kebuntingan dan mulai...