Ketua DPRD Gunungkidul sempat singgung "Among Tani Dagang Layar" ketika ketemu KTNA.
Rabu, 19 Mei 2021 Ketua DPRD Gunungkidul menerima KTNA Gunungkidul di ruang rapat pimpinan DPRD.
Pada kesempatan tersebut Mbak Endah Subekti Kuntariningsih SE, sependapat dengan Ketua KTNA Gunungkidul Slamet SPd.MM tentang pentingnya Pemda Gunungkidul mengangkat kesejahteraan petani dengan berbagai macam skema bantuan kebutuhan dasar petani seperti alsintan, bibit dan pupuk.
Ketua DPRD menyadari bahwa pertanian masih merupakan penyumbang PDRB Kabupaten terluas di DIY ini, sehingga menjadi wajar jika anggaran bidang pertanian mendapat prioritas.
Pada kesempatan tersebut mbak Endah juga menyinggung visi missi Gubernur DIY pereode yang lalu yaitu Among Tani Dagang Layar yang masih sangat relevan sampai saat ini.
Gunungkidul dengan potensi laut yang besar dengan garis pantai sepanjang 70 km, adalah modal untuk mensejahterakan masyarakatnya.
Paradigma ‘Among Tani Dagang Layar’ merupakan kesatuan kalimat yang memiliki arti kegiatan usaha pertanian dan kelautan secara simultan dan terintegrasi membentuk sinergi dalam pengembangan potensi pantai selatan DIY terutama Gunungkidul yang berhadapan langsung dengan laut selatan.
“Among Tani ke Dagang Layar bukan terjadinya perubahan fisik dari petani yang biasa mencangkul pindah ke perahu. Tapi pergeseran pola pikir bahwa potensi kelautan di bagian selatan sudah waktunya menjadi bonus dalam menyejahterakan rakyat Gunungkidul.
Jadi, kita tidak hanya berpikir ke daratan saja, namun bisa memberdayakan laut kita bersama pemerintah propinsi DIY yang punya kewenangan tentang laut ini.
Lahan pertanian semakin menyempit, generasi muda tak lagi tertarik bertani, ini tantangan kita bersama, untuk bisa memberikan solusi jangka panjang.
Trimakasih
Rabu, 19 Mei 2021 Ketua DPRD Gunungkidul menerima KTNA Gunungkidul di ruang rapat pimpinan DPRD.
Pada kesempatan tersebut Mbak Endah Subekti Kuntariningsih SE, sependapat dengan Ketua KTNA Gunungkidul Slamet SPd.MM tentang pentingnya Pemda Gunungkidul mengangkat kesejahteraan petani dengan berbagai macam skema bantuan kebutuhan dasar petani seperti alsintan, bibit dan pupuk.
Ketua DPRD menyadari bahwa pertanian masih merupakan penyumbang PDRB Kabupaten terluas di DIY ini, sehingga menjadi wajar jika anggaran bidang pertanian mendapat prioritas.
Pada kesempatan tersebut mbak Endah juga menyinggung visi missi Gubernur DIY pereode yang lalu yaitu Among Tani Dagang Layar yang masih sangat relevan sampai saat ini.
Gunungkidul dengan potensi laut yang besar dengan garis pantai sepanjang 70 km, adalah modal untuk mensejahterakan masyarakatnya.
Paradigma ‘Among Tani Dagang Layar’ merupakan kesatuan kalimat yang memiliki arti kegiatan usaha pertanian dan kelautan secara simultan dan terintegrasi membentuk sinergi dalam pengembangan potensi pantai selatan DIY terutama Gunungkidul yang berhadapan langsung dengan laut selatan.
“Among Tani ke Dagang Layar bukan terjadinya perubahan fisik dari petani yang biasa mencangkul pindah ke perahu. Tapi pergeseran pola pikir bahwa potensi kelautan di bagian selatan sudah waktunya menjadi bonus dalam menyejahterakan rakyat Gunungkidul.
Jadi, kita tidak hanya berpikir ke daratan saja, namun bisa memberdayakan laut kita bersama pemerintah propinsi DIY yang punya kewenangan tentang laut ini.
Lahan pertanian semakin menyempit, generasi muda tak lagi tertarik bertani, ini tantangan kita bersama, untuk bisa memberikan solusi jangka panjang.
Trimakasih
Komentar
Posting Komentar