Langsung ke konten utama

GKR Mangkubumi, Penjaga Inti Kebudayaan Keraton Yogyakarta

GKR Mangkubumi, Penjaga Inti Kebudayaan Keraton Yogyakarta

 1733 |  Selasa, 14 Juli 2020  adminGKR Mangkubumi saat memimpin upacara Numplak Wajik

GKR Mangkubumi saat memimpin upacara Numplak Wajik

Menjadi anak sulung, terlebih dari keluarga raja, tentu dilekati tantangan luar biasa. “Banyak beban dan tugas yang dipikul,” tutur Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, putri pertama Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan permaisuri GKR Hemas. Di sisi lain, beliau menyatakan bahwa tanggung jawab sebesar apa pun bisa dijalani dengan baik asal didasari ketulusan. 

Lurah Sentana Putri

Saat ini putri yang bernama lahir GRAj Nurmalita Sari ini menjabat sebagai Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan ParwabudayaKawedanan ini bertugas menjaga inti dari kebudayaan Keraton Yogyakarta. Tugasnya terkait merawat mesjid, petilasan, serta makam kagungan Dalem. Juga melestarikan dan mengedukasi masyarakat tentang tradisi seni klasik Jawa. 

Sebagai putri tertua, Gusti Mangku menjabat sebagai lurah putri yang memimpin Abdi Dalem keparak (Abdi Dalem perempuan) dan Sentana Dalem putri

“Keterlibatan putri dibutuhkan lebih aktif dan lebih banyak karena tugasnya yang sangat banyak dan menjadi utama saat ada upacara tradisi,” jelasnya. Sentana putri memang memiliki banyak anggota, namun tidak semua bisa aktif. Gusti Mangku mengakui diperlukan sosialisasi tugas keputren untuk meneruskan tugas budaya yang harus dilandasi keikhlasan hati ini.

Menurutnya, tak banyak kesulitan dalam melaksanakan tugas di dalam keraton. Namun, keselarasan antara generasi senior dan junior masih menjadi pekerjaan rumah. Memang dibutuhkan waktu untuk memahami tugas dan fungsi tiap bagian, atau bahkan tiap individu, karena semua terbentuk lewat sejarah panjang. 

Bagi perempuan kelahiran Bogor ini, penyeimbangnya adalah kecintaan dan kesetiaan para keparak dan Abdi Dalem. “Saya suka mendengarkan mereka bercerita, karena pengalaman mereka merupakan suatu hal yang luar biasa, karena terkandung rasa lilo legowo, pasrah, cinta untuk mengabdi pada keluarga besar kerajaan.”


Pegiat Sosial

Menyandang gelar Bachelor Degree bidang Retail Management dari Griffith University, Queensland, Australia, Gusti Mangku pernah mencoba menerapkan ilmu yang didapatnya dari bangku kuliah. “Tapi ternyata tidak bisa, karena (saya) lebih sering membeli daripada menjual,” terangnya sambil tertawa. 

Jiwa sosialnya yang kuat mendorongnya bergiat di bidang organisasi, mulai dari organisasi kepemudaan, hingga pendampingan untuk usaha mikro perempuan. “Seiring dengan saya belajar dan berkegiatan, akhirnya saya memutuskan untuk mengabdikan diri saya pada masyarakat, dan sampai sekarang saya menekuni kegiatan sosial.” Banyak jabatan telah diemban, mulai dari ketua Karang Taruna DIY, ketua KNPI DIY, hingga wakil ketua Kwarnas bidang pengabdian masyarakat. Kini beliau aktif di beberapa organisasi, antara lain Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY, Karya Bakti Husada Nasional (BKKBN), AKU (asosiasi kelompok usaha mikro), dan Forum CSR Kesejateraan Sosial (di bawah kementerian sosial).

Gusti Mangku mengakui tak mudah membagi waktu antara karier dan keluarga. Namun, ibu dengan satu putri dan satu putra ini bekerja sama dengan sang suami, KPH Wironegoro, untuk memberi pemahaman kepada anak-anaknya agar belajar mandiri. 

Di setiap organisasi yang beliau pimpin, Gusti Mangku memberi penjelasan kepada pengurus dan anggota terkait kesibukannya. Bagi Gusti Mangku, tugas pemimpin adalah membawa ‘gerbong’ ke arah yang benar.  Untuk itu pemimpin sudah harus selesai dengan dirinya di luar organisasi. “Dalam artian, tidak boleh mengambil keuntungan dari organisasi, karena organisasi adalah untuk kebersamaan.”


Tempaan untuk Kemandirian

Masa kecil Gusti Mangku dijalani di luar istana. Ia tumbuh seperti halnya anak-baik lain. “Perbedaannya, kami sudah diberi pengetahuan dan diajarkan soal budaya dan mengikuti acara tradisi di keraton.” Sejak kecil ia sudah sowan ke keraton dan mengikuti upacara meski awalnya hanya menyaksikan dari jauh. Begitu menetap di keraton, rutinitasnya berubah drastis. Gusti Mangku remaja tidak lagi leluasa bertemu dengan teman-temannya. 

Seperti lazimnya anak-anak, Gusti Mangku juga sering berselisih dengan adik-adiknya, terlebih jarak usia mereka cukup jauh. Ia mengakui komunikasi bisa berjalan baik setelah mereka dewasa. Mengenai Ngarsa Dalem, Gusti Mangku merasakan hubungan ayah dan anak justru berkesan di saat-saat santai. Pada saat itulah mereka bisa bercerita dan melakukan banyak hal selayaknya orang tua dan anak. “Kalau pas di kantor atau acara formal, kami pasti bicaranya dengan formal.” 

Pengalaman terberat ia dapat saat ia dikirim belajar ke luar negeri. Awalnya ia sempat menolak keras. Baru setelah diskusi panjang, Gusti Mangku yang saat itu hendak naik kelas 3 SMA akhirnya bersedia berangkat ke Singapura. “Sampai di sana, tiga bulan saya menangis tiap hari karena merasa kesepian.” Ia  tak bisa memasak atau bersih-bersih. Ini diperburuk dengan kemampuan berbahasa Inggris yang minim hingga tiap hari dimarahi guru.

Untuk mempersiapkan diri menempuh pendidikan tinggi Gusti Mangku sempat belajar di community college, San Luis Obispo, California USA. Pada saat itu, gempa besar dan kebakaran dahsyat pernah ia alami pada saat tinggal di Amerika. “Setelah saya selesai menjalani semua itu, lulus sekolah, saya menyadari dan memetik, bahwa pelajaran hidup lebih sulit dari pada sekolah.” Episode ini memaksanya untuk belajar tegar, sabar, dan mandiri. “Sampai saya memberanikan diri pindah negara dan hidup sendiri dan beradaptasi dengan banyak hal.”

Ini sejalan dengan pesan sang ayah yang seterusnya ia terapkan baik dalam pekerjaan maupun berumah tangga, yaitu kemandirian dan kepedulian terhadap sesama. Prinsip lain yang ia tegakkan adalah menjaga kepercayaan serta memegang teguh kejujuran. 


Menjaga Tradisi

Sebagai putri tertua dan lurah putri, Gusti Mangku memiliki tugas memimpin beberapa upacara keraton. Ini bagian dari tanggung jawabnya melestarikan tradisi. Selain itu, ia dan adik-adiknya juga aktif menarikan tarian istana. Gusti Mangku sendiri, dibandingkan dengan saudara yang lain, adalah yang paling banyak membawakan Tari Bedhaya di Bangsal Kencana. Hal tersebut merupakan pertunjukan seni sekaligus ritual yang sangat sakral di Keraton Yogyakarta.  

Gusti Mangkubumi memandang bahwa budaya keraton harus terus diselaraskan dengan perubahan zaman. Walaupun demikian, esensi, filosofi dan aturan adat harus dipegang teguh. Tradisi tak boleh lenyap, meski pelaksanaannya dapat menyesuaikan zaman. “Kita ini semua mempunyai tugas untuk menjaga, merawat dan melestarikan.  Sudah sangat luar biasa yang di kerjakan oleh pendahulu kita hingga kraton masih berdiri kokoh sejak 1755 hingga sekarang.  Keraton bukan milik kita pribadi, tapi keraton milik leluhur yang harus kita jaga seutuhnya.”

Terhadap generasi muda, Gusti Mangku berharap agar memiliki wawasan luas dan konsep kebersamaan hingga dapat menjadi pemimpin yang baik. “Konsep Jawa untuk pemimpin yang tinggi, diperlukan sarehsemeleh lan lilo legowo serta memahami tatanan Jawa.” 

Untuk itu perempuan yang mencita-citakan Yogyakarta menjadi kawasan heritage dunia ini mengajak semua warga Yogyakarta untuk belajar kembali mengenai sejarah, tradisi, dan budaya Jawa yang adiluhung. Cara paling mudah yang beliau contohkan adalah berbicara dengan unggah-ungguh kepada sebaya atau yang lebih tua. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SITUS SOKILIMAN YANG PERLU ANDA TAHU.

Situs Sokoliman merupakan situs kepurbakalaan yang terletak di Dusun Sokoliman II, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, DI Yogyakarta, tidak jauh (sekitar 5 km) dari objek wisata Gua Pindul.  Situs ini berfungsi sama seperti situs Bleberan, di Kecamatan Playen, Gunungkidul, yaitu menampung dan mengamankan benda-benda cagar budaya, terutama yang bersifat megalitik, khususnya yang ditemukan di Desa Bejiharjo. Lokasinya berbatasan dengan lahan milik Perhutani yang ditanami kayu putih. Di situs berukuran luas 2000 meter persegi ini dikumpulkan ratusan menhir (termasuk menhir arca), batu-batu penyusun kubur batu, serta punden yang sebelumnya terserak di kebun-kebun penduduk atau di lahan milik Perhutani. Sampai tahun 2014 terdapat 137 menhir, lima kubur batu (tidak lengkap), dan tujuh papan kubur batu. Selain itu terdapat satu punden yang dipindahkan dari sumber air di dusun tersebut, yang tiap tahun didatangi penduduk dalam rangka "bersih desa...

MENGENAL JENIS PAKAN RUMINANSIA

Pakan ternak mempunyai kedudukan yang sangat penting, karena 70 % operasional usaha ternak didukung kebutuhan pakan. Penting bagi pemula peternak ruminansia ( sapi, kambing dll ) untuk mengenali jenis-jenis pakan, agar usaha peternakan kita tidak merugi. Dengan pengetahuan pakan yang tepat, maka peternak dapat fokus pada apa yang ingin ditingkatkan, ingin mempercepat pertumbuhan hewan ternak, penggemukan, atau memaksimalkan dan menjaga kualitas dari hasil hewan ternak tersebut. BAHAN PAKAN TERNAK Secara umum, bahan pakan ternak dibagi menjadi 5 jenis yaitu ; pakan kasar, pakan penguat/ konsentrat, mineral, vitamin, dan pakan tambahan. 1. Pakan Kasar Pakan kasar  adalah pakan yang bervolume besar tetapi berat dari setiap unit volume-nya rendah. Makanan yang termasuk pakan kasar dapat berasal dari hijauan, antara lain: • Rumput, bisa rumput lapangan, rumput tanaman, rumput grinting, rumput benggala, rumput kolonjono, rumput gajah, rumput pakchong ...

INI CIRI CIRI FISIK YANG HARUS DIPERHATIKAN JIKA SAPI MAU BERANAK.

Suatu kegembiraan bagi petani peternak sapi, klas rumahan seperti saya ketika melihat sapi piaraanya mulai menunjukkan kebuntingan, terlebih jika sudah mendekati hari-hari kelahiran anaknya.  Masa kehamilan seekor sapi adalah sekitar sembilan bulan, dimana pada masa ini kita dapat mendeteksi atau mendiagnosa apakah sapi kita dalam keadaan bunting atau tidak .  Jika kita  mencatat tanggal inseminasi pada sapi tersebut dan sapi tersebut telah sering beranak atau beranak sebelumnya, ada kemungkinan ia akan melahirkan lagi dalam waktu seperti hamil sebelumnya.  Selain itu, banyak petunjuk fisik yang dapat membantu kita mengetahui bahwa  sapi sudah dekat mau beranak. Sebagai panduan sederhana untuk mendeteksi kelahiran sapi semakin dekat, dapat melihat tanda-tanda seperti berikut :  1. Ambing akan mengembang  Ambing merupakan kelenjar yang berfungsi mengeluarkan susu untuk makanan anaknya setelah lahir. Ambing tumbuh selama kebuntingan dan mulai...