Langsung ke konten utama

MUDIKMU KU TUNGGU, KARENA BISA MENYATUKAN DAN MENSEJAHTERAKAN ( 5 ) "Menuju kemenangan sejati "



Saudaraku warga Gunungkidul yang sedang merayakan idul fitri dimanapun berada, gema takbir semalam menandai berakhirnya ibadag ramadhan dan menyambut idul fitri, sebagai hari kemenangan. 

Mudikmu semakin menambah suasana suka cita disetiap pintu rumah yang terbuka lebar dengan terang cahaya lampu memancar dari dalam rumah, yang memperlihatkan ada sederet kaleng berjejer di meja tamu. Ini menandakan lebaran telah benar-2 tiba. 

Mudik atau pulang kampung, ya ...pulang kampung, sekalipun hanya guyonan media sosial bahwa pulang, syarat pertama adalah “kampung”. 

Begitu juga dalam soal kemanusiaan, ukuran yang dapat dijadikan sebagai “pulang” adalah hati nurani.Idul fitri sejatinya kembali ke fitrah kita masing-masing, fitrah kemanusiaan yang membawa pada jati diri yang hakiki. 

Merayakan idul fitri bukan saja soal makan dan minum, baju baru,  dengan idul fitri pulalah justru menjadi peluang untuk berbagi dengan sesama. 

Betapa banyak diantara kita yang tidak memiliki sebagaimana kepunyaaan dan nikmat yang kita dapatkan. Sehingga mengulurkan tangan untuk menjadi kepedulian kita sebuah langkah yang menjadi penghubung solidaritas sosial. 

Hari raya idul fitri bukan saja kesempatan untuk mengunjungi kampung halaman. Ini juga menjadi momentum untuk merefleksikan kembali makna sosok manusia. 

Merayakan fitrah dimana ketika taqwa diraih dan kemerdekaan dari api neraka didapatkan. Maka, sosok manusia yang menjadi gerak langkah kita perlu diteruskan dengan ibadah yang sudah dijalankan semasa ramadan. 

Begitu pula dengan takbir dan tahmid yang dikumandangkan selama menyambut idul fitri. Ini menjadi pengingat bahwa hanya Allah semata-matalah yang besar dan layak diagungkan. Selain itu, bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.

Bukan pula jabatan, pangkat, dan posisi. Semua itu juga merupakan sarana untuk berbuat kebaikan. Sama dengan ramadan, bukan bulan suci yang menjadi tujuan. Tetapi dengan suasana dan kesempatan yang ada justru menjadi peluang untuk beribadah. 

Dengannnya, tetap tujuannya adalah mencari ridha Allah swt. Kembali ke soal material tadi. Sama juga dengan posisi bulan suci. 

Dimana materi yang kita rengkuh, posisi yang sementara menjadi sandaran dan juga jabatan yang dipegang. Semuanya tak lain dan tak bukan, kecuali mengharap ridha Allah swt. 

Sehingga apapun itu, tetap saja. Semuanya berujung kepada Allah sebagaimana ikrar syahadat yang sudah diucapkan. 

Hari fitri menjadi kesempatan kembali ke fitrah untuk mengingatkan kembali hakikat manusia dan hubungannya dengan Allah dan ciptaan-Nya. 

Trimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SITUS SOKILIMAN YANG PERLU ANDA TAHU.

Situs Sokoliman merupakan situs kepurbakalaan yang terletak di Dusun Sokoliman II, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, DI Yogyakarta, tidak jauh (sekitar 5 km) dari objek wisata Gua Pindul.  Situs ini berfungsi sama seperti situs Bleberan, di Kecamatan Playen, Gunungkidul, yaitu menampung dan mengamankan benda-benda cagar budaya, terutama yang bersifat megalitik, khususnya yang ditemukan di Desa Bejiharjo. Lokasinya berbatasan dengan lahan milik Perhutani yang ditanami kayu putih. Di situs berukuran luas 2000 meter persegi ini dikumpulkan ratusan menhir (termasuk menhir arca), batu-batu penyusun kubur batu, serta punden yang sebelumnya terserak di kebun-kebun penduduk atau di lahan milik Perhutani. Sampai tahun 2014 terdapat 137 menhir, lima kubur batu (tidak lengkap), dan tujuh papan kubur batu. Selain itu terdapat satu punden yang dipindahkan dari sumber air di dusun tersebut, yang tiap tahun didatangi penduduk dalam rangka "bersih desa...

MENGENALI CIRI RUMPUT PAKCHONG

Rumput pakchong merupakan jenis rumput hibrid yang pertama kali ditanam oleh Prof. Dr. Krailas di daerah Pak Chong, Thailand. Rumput jenis ini memiliki kandungan nutrisi yang banyak, sehingga banyak dicari oleh peternak di manapun. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang jenis rumput ini, yuk simak beberapa fakta tentang rumput pakchong. Ini Dia 4 Fakta tentang Rumput Pakchong Sebelum menjadikan rumput pakchong sebagai pakan ternak, ada baiknya Anda mengetahui beberapa fakta tentang rumput pakchong , antara lain: 1. Perbandingan Nutrisi Kandungan protein rumput pakchong disebut lebih tinggi dari rumput taiwan dan rumput odot. Rumput pakchong mengandung 16,45 persen protein, rumput taiwan 13 persen, sedangkan rumput odot hanya 11,6 persen. 2. Kapasitas produksi. Pada kapasitas produksi, rumput pakchong juga lebih unggul daripada dua jenis rumput lainnya di mana memiliki kapasitas produksi 1500 ton/ha/tahun. Berbeda dengan rumput taiwan yang hanya 400 ton/ha/tahu...

MENGENAL JENIS PAKAN RUMINANSIA

Pakan ternak mempunyai kedudukan yang sangat penting, karena 70 % operasional usaha ternak didukung kebutuhan pakan. Penting bagi pemula peternak ruminansia ( sapi, kambing dll ) untuk mengenali jenis-jenis pakan, agar usaha peternakan kita tidak merugi. Dengan pengetahuan pakan yang tepat, maka peternak dapat fokus pada apa yang ingin ditingkatkan, ingin mempercepat pertumbuhan hewan ternak, penggemukan, atau memaksimalkan dan menjaga kualitas dari hasil hewan ternak tersebut. BAHAN PAKAN TERNAK Secara umum, bahan pakan ternak dibagi menjadi 5 jenis yaitu ; pakan kasar, pakan penguat/ konsentrat, mineral, vitamin, dan pakan tambahan. 1. Pakan Kasar Pakan kasar  adalah pakan yang bervolume besar tetapi berat dari setiap unit volume-nya rendah. Makanan yang termasuk pakan kasar dapat berasal dari hijauan, antara lain: • Rumput, bisa rumput lapangan, rumput tanaman, rumput grinting, rumput benggala, rumput kolonjono, rumput gajah, rumput pakchong ...