Langsung ke konten utama

FERMENTASI JERAMI UNTUK PAKAN SAPI.

Gunungkidul sebagai gudang ternak DIY, tidak dipungkiri lagi, selain populasinya yang banyak, juga kualitas dagingnya yang bagus.

Sebagai daerah yang tandus dan kering kebutuhan pakan terutama HMT semakin sulit dirasakan peternak jika memasuki musim kemarau.

Untuk mengatasi kesulitan tersebut kami mengajak para peternak untuk memanfaatkan limbah pertanian dalam hal ini jerami sebagai pakan alternatif.  Agar jerami mempunyai protein yang cukup maka perlu dilakukan fermentasi terlebih dahulu.

Fermentasi merupakan proses pemecahan senyawa organik menjadi sederhana yang melibatkan mikroorganisme dengan tujuan menghasilkan suatu produk yang mempunyai kandungan nutrisi, tekstur yang lebih baik memperpanjang masa penyimpanan, mengendalikan pertumbuhan mikrobia, mempertahankan gizi yang dikehendaki, menciptakan kondisi kurang memadai untuk mikrobia kontaminan.


MANFAAT JERAMI FERMENTASI

• Mempunyai kandungan protein lebih tinggi dari jerami biasa (sekitar 7 – 9%);

• Lebih mudah dicerna oleh hewan/ternak ruminansia;

• Nilai gizi pakan meningkat;

• Beraroma harum, tidak berbau busuk;

• Lebih higienis;

• Bahan mudah didapat dan murah;

• Sebagai cadangan pakan tahan lama, praktis dan murah.

BAHAN UNTUK FERMENTASI

• Jerami padi kering, kadar air -/+ 10%, bisa dalam bentuk jerami utuh .

• Probiotik In Vivo/vitro  atau E4 peternakan

• Molase/tetes tebu sebagai sumber energy awal buat mikrobia pada awal inkubasi

• Air biasa sumur tanpa klorinasi

CARA MENGOLAHNYA

• Cari tempat yang berlantai tanah atau semen, lebih tinggi minimum 50 cm dari sekitarnya, ditaburi kapur dan harus yang teduh (tidak terkena panas dan hujan)

• Tumpuk jerami padi setebal 20 cm padatkan dengan cara diinjak-injak atau dipadatkan pakai alat stemper (pemadat tanah uruk)

• Menyiapkan formula probiotik sebagai bioactivator. Campur E-4 peternakan dengan molase  dan air sesuai ukuran.

• Siramkan ke seluruh permukaan jerami agar merata (jika jerami sudah basah, tidak perlu disiram dengan air, cukup dipercik-percikan dengan larutan probiotika)

• Tumpuk lagi dengan jerami setinggi 20 cm, disiram larutan probiotika sambil dipadatkan, bisa sampai 5 lapis atau lebih

• Ulangi lagi sesuai langkah (3) hingga jerami habis. Kemudian ditutup total dengan plastik atau terpal dan biarkan terfermentasi selama 30 hari

• Pada hari ke-7 bila periksa aroma (bau) yang timbul pada tumpukan jerami. Jika aroma jerami sudah berubah beraroma harum seperti tape dan serat-serat jerami sudah lunak (periksa dengan cara pegang dan remas-remas), serta tumpukan dalam jerami sudah mengeluarkan jamur berwarna putih dan kuning, maka proses pembuatan fermentasi sudah selesai

CARA PENYAJIAN

Berikan jerami fermentasi secukupnya, 1 ekor sapi dewasa, bobot badannya >400 kg, cukup 10 kg/hari. Tapi mesti diangin-anginkan terlebih dahulu minimum 5 menit, baru berikan kepada sapi. Sebaiknya pemberian dibagi dua atau tiga kali dalam sehari, yakni pagi, setelah diberi konsentrat, siang hari setelah diberi konsentrat.

PENYIMPANAN

Jerami fermentasi dapat disimpan sampai satu tahun.

Caranya: setelah fermentasinya sudah jadi (matang), bongkar dan angin-anginkan sampai kering, kemudian diikat kembali atau bila perlu di-pres agar dapat lebih padat dan mudah diatur.

Maka buatlah jerami fermentasi sebanyak-banyaknya untuk disimpan dan digunakan pada musim kemarau (cadangan pakan).

PAKAN TAMBAHAN TETAP DIPERLUKAN

Sapi atau hewan ruminansia lain tetap memerlukan pakan tambahan untuk mencukupi kebutuhan sesuai dengan tujuan pemeliharaan. Peternak harus menyediakan konsentrat bahan kering  minimum 1,5% dari bobot badan.

Konsentratnya dapat berupa konsentrat jadi atau meramu sendiri seperti ampas tahu, bekatul, bungkil kedelai, dan lain-lain. Sapi lebih lahap makannya, pencernaannya semakin optimum, daya tahan lebih tinggi terhadap serangan penyakit dan cuaca ekstrim, serta berpenampilan lebih baik, kulit berminyak, bulu lembut, mata cerah berseri.

Jangan lupa sediakan air minum sebanyak  40 – 100 liter setiap ekor atau ad libitum setiap hari agar metabolisme ternak ruminansia semakin lancar.
Trimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INI CIRI CIRI FISIK YANG HARUS DIPERHATIKAN JIKA SAPI MAU BERANAK.

Suatu kegembiraan bagi petani peternak sapi, klas rumahan seperti saya ketika melihat sapi piaraanya mulai menunjukkan kebuntingan, terlebih jika sudah mendekati hari-hari kelahiran anaknya.  Masa kehamilan seekor sapi adalah sekitar sembilan bulan, dimana pada masa ini kita dapat mendeteksi atau mendiagnosa apakah sapi kita dalam keadaan bunting atau tidak .  Jika kita  mencatat tanggal inseminasi pada sapi tersebut dan sapi tersebut telah sering beranak atau beranak sebelumnya, ada kemungkinan ia akan melahirkan lagi dalam waktu seperti hamil sebelumnya.  Selain itu, banyak petunjuk fisik yang dapat membantu kita mengetahui bahwa  sapi sudah dekat mau beranak. Sebagai panduan sederhana untuk mendeteksi kelahiran sapi semakin dekat, dapat melihat tanda-tanda seperti berikut :  1. Ambing akan mengembang  Ambing merupakan kelenjar yang berfungsi mengeluarkan susu untuk makanan anaknya setelah lahir. Ambing tumbuh selama kebuntingan dan mulai...

SITUS SOKILIMAN YANG PERLU ANDA TAHU.

Situs Sokoliman merupakan situs kepurbakalaan yang terletak di Dusun Sokoliman II, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, DI Yogyakarta, tidak jauh (sekitar 5 km) dari objek wisata Gua Pindul.  Situs ini berfungsi sama seperti situs Bleberan, di Kecamatan Playen, Gunungkidul, yaitu menampung dan mengamankan benda-benda cagar budaya, terutama yang bersifat megalitik, khususnya yang ditemukan di Desa Bejiharjo. Lokasinya berbatasan dengan lahan milik Perhutani yang ditanami kayu putih. Di situs berukuran luas 2000 meter persegi ini dikumpulkan ratusan menhir (termasuk menhir arca), batu-batu penyusun kubur batu, serta punden yang sebelumnya terserak di kebun-kebun penduduk atau di lahan milik Perhutani. Sampai tahun 2014 terdapat 137 menhir, lima kubur batu (tidak lengkap), dan tujuh papan kubur batu. Selain itu terdapat satu punden yang dipindahkan dari sumber air di dusun tersebut, yang tiap tahun didatangi penduduk dalam rangka "bersih desa...

MENGENALI CIRI RUMPUT PAKCHONG

Rumput pakchong merupakan jenis rumput hibrid yang pertama kali ditanam oleh Prof. Dr. Krailas di daerah Pak Chong, Thailand. Rumput jenis ini memiliki kandungan nutrisi yang banyak, sehingga banyak dicari oleh peternak di manapun. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang jenis rumput ini, yuk simak beberapa fakta tentang rumput pakchong. Ini Dia 4 Fakta tentang Rumput Pakchong Sebelum menjadikan rumput pakchong sebagai pakan ternak, ada baiknya Anda mengetahui beberapa fakta tentang rumput pakchong , antara lain: 1. Perbandingan Nutrisi Kandungan protein rumput pakchong disebut lebih tinggi dari rumput taiwan dan rumput odot. Rumput pakchong mengandung 16,45 persen protein, rumput taiwan 13 persen, sedangkan rumput odot hanya 11,6 persen. 2. Kapasitas produksi. Pada kapasitas produksi, rumput pakchong juga lebih unggul daripada dua jenis rumput lainnya di mana memiliki kapasitas produksi 1500 ton/ha/tahun. Berbeda dengan rumput taiwan yang hanya 400 ton/ha/tahu...